Kajari Bangka Barat Hadiri Launching Sekolah Demokrasi dan Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) tentang Pelaksanaan Sekolah Demokrasi Pemilu di Bangka Barat

Berita Image Kegiatan

Pada hari Rabu tanggal 06 Maret 2019 sekira pukul 10.00 WIB bertempat di Restoran Rumah Keboen Bangka Barat telah dilaksanakan Launching Sekolah Demokrasi yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Bangka Barat serta Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) tentang Pelaksanaan Sekolah Demokrasi Pemilu di Kabupaten Bangka Barat.

Acara ini dihadiri oleh Plt. Bupati Bangka Barat, Kajari Bangka Barat, Perwakilan dari Polres Bangka Barat, Kepala Cabang Dinas pendidikan Wilayah III Bangka Barat, Ketua Bawaslu Provinsi Kep. Bangka Belitung, Ketua Bawaslu Kabupaten Bangka Barat, Perwakilan dari Kepala Sekolah se-Kabupaten Bangka Barat, para Anggota Bawaslu dan KPU Kabupaten Bangka Barat.
Acara ini diawali dengan Kata Sambutan dari Plt. Bupati Bangka Barat dilanjutkan dengan Kata Sambutan dari Ketua Bawaslu Provinsi Kep. Bangka Belitung sekaligus membuka acara secara resmi. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemaparan dari para narasumber yaitu dari Kajari Bangka Barat, Perwakilan dari Polres Bangka Barat, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bangka Barat, dan Ketua Bawaslu Kabupaten Bangka Barat. Setelah pemaparan selesai dilaksanakan dilanjutkan dengan Launching Sekolah Demokrasi yang ditandai dengan Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) tentang Pelaksanaan Sekolah Demokrasi Pemilu di Kabupaten Bangka Barat yang akan dilaksanakan di setiap SMA/SMK/Sederajat di wilayah kabupaten Bangka Barat.

Dalam paparannya dihadapan Para Kepala Sekolah se-Kabupaten Bangka Barat serta Anggota Bawaslu dan KPU Kabupaten Bangka Barat, Kajari Bangka Barat memberikan materi mengenai pengenalan tentang Tindak Pidana Pemilu.

Kajari Bangka Barat menyampaikan bahwa Program Sekolah Demokrasi yang digagas oleh Bawaslu Kabupaten Barat Barat merupakan upaya Bawaslu Kabupaten Bangka Barat untuk memperkenalkan anak terhadap kehidupan berpolitik yang sehat, baik, dan beretika, belajar mengenai pemilu dan kepemimpinan yang sesungguhnya sejak dini sudah mengetahui demokrasi yang biasa mereka ucapkan dalam Sila ke-4 Pancasila yaitu “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”. Akan tetapi anak-anak belum mengetahui sepenuhnya praktek sistem demokrasi yang sesungguhnya di Indonesia. Ini merupakan hal yang sangat penting karena ada pepatah yang mengatakan “Tak Kenal Maka Tak Sayang, Tak Sayang Maka Tak Cinta, Belum Cinta Sudah Jadi Haters”.

Menjadi tugas seorang guru untuk meyakinkan anak-anak muridnya bahwa ada satu jenis keahlian yang bisa didapat baik dalam lingkungan sekolah maupun di luar sekolah secara bersamaan yaitu mengenalkan sistem pemerintahan, sistem demokrasi, kepemimpinan, dan pengetahuan tentang pemilihan umum.

Negara Indonesia adalah negara yang memiliki karakteristik individu dan golongan yang sangat beragam. Dapat dikatakan bahwa Indonesia itu adalah suatu laboratorium yang sangat untuk hal apa saja, seperti juga sebagai Laboratorium Demokrasi dan Hukum karena banyak pengamat luar negeri yang belajar tentang hukum dan demokrasi dari Indonesia.

Yang terpenting dalam memberikan pembelajaran demokrasi juga harus diperkenalkan tentang hukum. Hukum dibuat untuk mengatur kehidupan manusia agar lebih teratur dan berjalan dengan baik. Hukum juga mengatur apa yang dilarang dan apa yang diperbolehkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *