Sidang Perdana Perkara Tindak Pidana Penistaan Agama, di Pengadilan Negeri Muntok

Berita Image Intelijen Pidum

Bahwa pada hari Selasa Tanggal 18 Juni 2019 sekira Pukul 10.00 WIB  s/d Pukul 10.30 WIB telah berlangsung sidang perkara tindak pidana penistaan agama atas nama terdakwa Daud Rafles Lumban Toruan als Daud di ruang sidang Pengadilan Negeri Muntok kelas II dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum, dengan nomor perkara 113/Pid.Sus/2019/PN Mtk.

Sidang tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Golom Silitonga,S.H.,M.H dan Erica Mardaleni, S.H.,M.H serta Listyo arif Budiaman,S.H sebagai Hakim Anggota. Selanjutnya  Yusrizal, S.H sebagai Panitera serta Hendra Syahputra Dalimunthe, S.H.,M.H dan Doddy Darendra Praja,S.H sebagai Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Bangka Barat.

Adapun sidang dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut mengalami penundaan sampai dengan tanggal 25 Juni 2019. Hal yang menyebabkan ditundanya sidang pembacaan dakwaan tersebut oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Muntok yaitu karena Penasehat Hukum terdakwa Daud Rafles Lumban Toruan als Daud berhalangan hadir.

Selanjutnya selama proses persidangan tersebut dihadiri oleh :

  1. Kapolres Bangka Barat
  2. Kabag Ops Polres Bangka Barat
  3. Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Bangka Barat
  4. Jaksa Fungsional dan Staf Intelijen Kejaksaan Negeri Bangka Barat
  5. Kasat Lantas Polres Bangka Barat
  6. Kasat Sabhara Polres Bangka Barat
  7. Pers Bangka Barat
  8. Serta pengunjung sidang berjumlah kurang lebih 20 (dua puluh) orang yang berasal dari masyarakat sekitar.  Adapun bantuan pengamanan persidangan dari Polres Bangka Barat yaitu sebanyak 80 personil Kepolisian

Setelah proses persidangan selesai, ketua Tim Jaksa Penuntut Umum Hendra Syahputra Dalimunthe, S.H.,M.H dan anggota Doddy Darendra Praja,S.H serta di dampingi oleh Staff Pidana Umum Gamaliel Ginting,S.H memberikan keterangan Pers kepada para wartawan yang hadir. Dalam keterangan Pers nya Hendra Syahputra Dalimunthe, S.H.,M.H menyampaikan bahwa “terdakwa Daud Rafles Lumban Toruan als Daud, menyatakan dalam persidangan untuk dapat di damping oleh Penasehat Hukumnya, yang ternyata berhalangan hadir. Oleh sebab itu Ketua Majelis Hakim Golom Silitonga,S.H.,M.H menunda persidangan selama 7 (tujuh) hari, sidang akan kembali dilanjutkan pada tanggal 25 Juni 2019 mendatang, kasus Daud Rafles sempat viral setelah dia memposting ke media sosial. Dalam video tersebut Daud Rafles mengolok ayat suci Al-Qur’an, sehingga memicu kemarahan warga. Atas perbuatannya tersebut Daud Rafles telah melanggar Pasal 156a KUHP Jo Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *