Buku Penuntutan dengan Hati Nurani di perpustakaan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Berita Kegiatan
“Rasa keadilan itu ada dalam hati” itulah ucapan Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang masih teringat hingga kini oleh Kepala Kejari Bangka Barat, Helena Octavianne, saat menuangkan idenya membuat karya keduanya dalam buku berjudul Penuntutan Dengan Hati Nurani. Terbitnya buku ini setelah Helena mencermati banyaknya kasus Penuntut Umum yang kerap mendapat kritikan dan kecaman.¬†Terutama kalau tuntutan hukuman yang diajukan ke hakim di persidangan dianggap terlalu tinggi.
Imbasnya ke seluruh institusi Kejaksaan, dianggap pihak yang menciderai rasa keadilan di masyarakat. Menurutnya, Peraturan baru pun diterbitkan sebagai panduan dan landasan hukum bagi para Jaksa untuk tidak menuntut pada perkara-perkara yang menjerat masyarakat kecil yang tidak berniat untuk berbuat pidana.
Yaitu Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *