Jaksa Masuk Sekolah (JMS)

Selasa tanggal 16 Juli 2019, sekira pukul 08.00 WIB s/d 10.00 WIB bertempat di Aula Sekolah SMP Negeri 2 Muntok Kab. Bangka Barat telah dilaksanakan kegiatan Penyuluhan Hukum Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Tahun Anggaran 2019. Adapun kegiatan tersebut di hadiri oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Muntok dan Tim Penyuluh dari Kejaksaan Negeri Bangka Barat terdiri dari Mario Nicolas, S.H (Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Bangka Barat) M. Syaran Jafizhan, S.H.,M.H (Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Bangka Barat) dan M. Tegar Satria Mandala Sakti, S.H.,M.H (Staf Intelijen Kejaksaan Negeri Bangka Barat).

Sedangkan audiens dalam kegiatan tersebut adalah siswa dan siswi SMP Negeri 2 Muntok sebanyak 101 (Seratus Satu) orang. Dalam kesempatan tersebut Mario Nicolas, S.H (Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Bangka Barat) menyampaikan nasehat – nasehat kepada para anak didik di SMP Negeri 2 Muntok diantaranya :

  1. Agar para siswa dan siswi belajar dengan tekun dan sungguh – sungguh.
  2. Agar para siswa dan siswi selalu menjaga diri dari setiap tingkah laku yang melanggar hukum serta menjauhi Narkoba.
  3. Agar para siswa dan siswi menghormati dan menghargai para guru dan orang tua serta bersikap sopan santun terhadap mereka.
  4. Memberi kesempatan kepada perwakilan siswa dan siswi untuk melakukan kunjungan ke Kantor Kejaksaan Negeri Bangka Barat guna pengenalan lebih lanjut terhadap Institusi Kejaksaan Negeri Bangka Barat khususnya.

Sedangkan tim JMS menyampaikan materi sebagi berikut :

  • Pengenalan terhadap Institusi Kejaksaan Republik Indonesia.
  • Bahaya penyalahgunaan NAPZA.
Bpk. Mario Nicolas,S.H (Kepala Seksi Intelijen Kejari Bangka Barat), menyampaikan kata sambutan
penyampaian materi oleh Syaran Jafizhan,S.H.,M.H (Jaksa Fungsional Kejaksaan Negeri Bangka Barat)

Dalam kesempatan tersebut Tim Penyuluh dari Kejaksaan Negeri Bangka Barat dalam Program Jaksa Masuk Sekolah Tahun Anggaran 2019 menyampaikan bahwa Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Sementara nafza merupakan singkatan dari narkotika, alkohol, dan zat adiktif lainnya (obat-obat terlarang, berbahaya yang mengakibatkan seseorang mempunyai ketergantungan terhadap obat-obat tersebut). Kedua istilah tersebut sering digunakan untuk istilah yang sama, meskipun istilah nafza lebih luas lingkupnya. Narkotika berasal dari tiga jenis tanaman, yaitu (1) candu, (2) ganja, dan (3) koka. Ketergantungan obat dapat diartikan sebagai keadaan yang mendorong seseorang untuk mengonsumsi obat-obat terlarang secara berulang-ulang atau berkesinambungan. Apabila tidak melakukannya dia merasa ketagihan (sakau) yang mengakibatkan perasaan tidak nyaman bahkan perasaan sakit yang sangat pada tubuh. Dengan berlangsungnya kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) di SMP Negeri 2 Muntok di perkirakan para siswa dan siswi yang merupakan kelas VII (tujuh) dengan Jumlah 101 (seratus satu) dapat memahami tentang materi–materi yang di sampaikan Tim Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dan dapat menyalurkan pemahaman tersebut kepada teman–teman lainnya. Dalam acara tersebut terlihat para siswa dan siswi antusias mendengarkan pemaparan dari Tim Jaksa Masuk Sekolah (JMS), sehingga para siswa dan siswi SMP Negeri 2 Muntok dapat menyerap materi yang disampaikan. Hal tersebut terlihat dari banyaknya siswa dan siswi mengajukan pertanyaan serta menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tim Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dari Kejaksaan Negeri Bangka Barat.

Selanjutnya Tim Jaksa Masuk Sekolah (JMS) dari Kejaksaan Negeri Bangka Barat, menyampaikan bahwa penyalahgunaan Narkotika dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda saat ini sangat meningkat. Maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut, dapat membahayakan keberlangsungan hidup bangsa ini di kemudian hari. Karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan menjadi penerus bangsa, semakin hari semakin rapuh digerogoti zat-zat adiktif penghancur syaraf. Sehingga pemuda tersebut tidak dapat berpikir jernih. Akibatnya, generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan.Sasaran dari penyebaran Narkoba ini adalah kaum muda atau remaja.

siswa SMPN 2 Muntok menjawab pertanyaan dari Tim JMS Kejaksaan Negeri Bangka Barat
pemberian hadiah kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dari Tim JMS

Tim Jaksa Masuk Sekolah (JMS) menyampaikan bahwa masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Oleh karena hal tersebut mulai saat ini, guru  selaku pendidik, pengajar, dan sebagai orang tua, harus sigap dan waspada, akan bahaya Narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak kita sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik kita, dari bahaya Narkoba tersebut, sehingga harapan kita untuk melahirkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik. Selanjutnya bagi para Orangtua juga perlu waspada dan mengetahui akan ciri dan tanda anak mulai menggunakan Narkoba sehingga bisa secara lebih dini diobati dan direhabilitasi secepatnya. Pihak sekolah harus melakukan pengawasan yang ketat terhadap gerak-gerik anak didiknya, karena biasanya penyebaran (transaksi) Narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah.